Beredar Spanduk Propaganda Terkait Dugaan Masalah Proyek Jalan di Universitas Riau
Pekanbaru_ Dalam beberapa hari terakhir, beredar sejumlah spanduk di beberapa titik sekitar Kota Pekanbaru yang memuat pesan propaganda terkait dugaan persoalan pada proyek pembangunan jalan di lingkungan Universitas Riau. Spanduk tersebut memuat kritik keras dan tuduhan mengenai kualitas serta proses pelaksanaan proyek Pembangunan Jalan CWR-04 AKSI ADB/APBN Tahun 2024.
Kemunculan spanduk itu menarik perhatian publik, terutama mahasiswa, dosen, dan masyarakat yang beraktivitas di area kampus. Sejumlah pihak kemudian menyampaikan keluhan dan informasi tambahan terkait kondisi jalan hasil proyek tersebut.
Latar Belakang Proyek
Proyek jalan CWR-04 dikerjakan pada tahun 2024 dengan:
* Pelaksana:PT Cipta Karsa Buana
* Nilai Kontrak: Rp 16.000.000.000
* Waktu Pelaksanaan:80 Hari Kalender
* PPK: Julia Indra
Menurut berbagai keluhan yang beredar di masyarakat kampus, kondisi jalan mulai mengalami kerusakan hanya beberapa bulan setelah proyek dinyatakan selesai. Lubang-lubang besar, permukaan jalan yang terkelupas, hingga munculnya timbunan dasar ke permukaan disebut sebagai masalah utama yang menjadi sorotan.
Keluhan tersebut juga menyebut bahwa perbaikan tambal-sulam sempat dilakukan pada April 2025, namun dinilai belum menjawab masalah kualitas konstruksi secara menyeluruh.
Kemunculan spanduk propaganda ini dinilai oleh sebagian pihak sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur kampus yang dianggap tidak sejalan dengan nilai investasi yang besar.
Sejumlah pihak mendorong pemerintah, khususnya instansi terkait, untuk:
* melakukan pemeriksaan terhadap kualitas pekerjaan,
* membuka informasi secara transparan,
* serta memberikan klarifikasi resmi terhadap berbagai isu yang telah beredar.
* mendorong APH memeriksa secara transparan dan meminta pertanggungjawaban rektor unri dan julia indra
Hingga berita ini dirilis, belum ada pernyataan resmi dari pihak pelaksana maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait tuduhan yang beredar.



