Pelepasan Bantuan Peduli Bencana: Komisariat SUPER dan Mitra Salurkan Donasi ke Aceh Tamiang

PEKANBARU_ Jum’at, 12 Desember 2025 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syariah Hukum, Ushuluddin, dan Fapertapet (SUPER) Cabang Pekanbaru bersama Barak Coffee, Naf Konveksi, dan Kompor Foundation resmi melepas bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh Tamiang. Bantuan tersebut terdiri dari pakaian layak pakai hasil donasi masyarakat serta logistik berupa 1 ton beras, 2 ton air minum dan 150 paket sembako yang disiapkan untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak.

Aksi kemanusiaan ini merupakan lanjutan dari rangkaian penggalangan dana yang telah dilakukan di berbagai titik strategis Kota Pekanbaru selama beberapa hari terakhir. Seluruh bantuan diberangkatkan langsung menuju Aceh Tamiang tanpa melalui perantara, guna memastikan penyaluran berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran.

Ketua Umum HMI Komisariat SUPER, Achmad Alwi Septiyan, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata tanggung jawab moral mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Gerakan ini adalah wujud kepedulian kami terhadap saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka dan menghadirkan kembali harapan setelah bencana,” ujarnya.

Syahdan Hambali Akbar menambahkan bahwa kolaborasi lintas organisasi menjadi kekuatan penting dalam mempercepat dan memperluas penyaluran bantuan.

“Solidaritas dan kerja sama antar-lembaga seperti ini sangat penting, terutama saat banyak wilayah membutuhkan dukungan cepat. Kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu kader HMI Komisariat SUPER, Akmal Fajri , turut mengungkapkan rasa prihatin terhadap kondisi terkini masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra.

“Melihat foto dan video bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh membuat hati bergetar. Banyak rumah hancur, masyarakat kelaparan, dan beberapa kampung rata dengan tanah. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan bantuan segera. Pemerintah pun harus memberikan perhatian serius tanpa menghilangkan empati terhadap para korban,” tuturnya.

Pelepasan bantuan yang dilakukan melalui kolaborasi Komisariat SUPER, Barak Coffee, Naf Konveksi, dan Kompor Foundation ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata untuk membantu pemulihan masyarakat Aceh Tamiang serta menguatkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Dan Achmad Alwi Septiyan juga menegaskan “Mengingat jumlah titik yang masih banyak terisolir dengan waktu 17 hari pasca bencana, kemudian jumlah korban jiwa yang sudah menembus 990 orang. Besar harapan, harus segera ada perbaikan sistem dan perhatian khusus dari pemerintah pusat kepada tiga provinsi terdampak bencana ekologis ini”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup