LK III BADKO HMI Papua Barat–Papua Barat Daya Dorong Peran Pemuda dalam Pelestarian Lingkungan dan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal

Papua Barat_ Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Papua Barat dan Papua Barat Daya menggelar Latihan Kader (LK) III sebagai ruang strategis penguatan intelektual dan kepemimpinan kader. Kegiatan ini mengangkat tema “Menakar Potensi Sumber Daya Alam: Peningkatan Kualitas Pelestarian Lingkungan dan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal dalam Kancah Nasional.”

Forum LK III ini menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Namun, dalam kajian yang berkembang, kondisi biodiversitas Indonesia saat ini menghadapi ancaman serius akibat deforestasi, eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan, serta dampak perubahan iklim.

Papua Barat dan Papua Barat Daya sebagai wilayah dengan hutan tropis yang masih relatif terjaga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi nasional. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara bijak dengan menjadikan kearifan lokal masyarakat adat sebagai dasar pembangunan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Al Fajar, salah satu peserta Forum LK III BADKO HMI Papua Barat dan Papua Barat Daya, menegaskan bahwa peran pemuda hari ini tidak boleh hanya bersifat simbolik.

Hari ini dibutuhkan peran nyata pemuda dalam konservasi lingkungan. Pemuda harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam gerakan sosial, kebijakan publik, dan arah pembangunan nasional,” ujarnya.

Melalui LK III ini, BADKO HMI Papua Barat dan Papua Barat Daya berharap lahir kader-kader pemimpin yang memiliki kesadaran ekologis, keberpihakan pada masyarakat adat, serta komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal dalam kancah nasional.

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Hutan tropis, laut, dan keanekaragaman budaya menjadi modal besar bagi pembangunan nasional. Namun ironisnya, kekayaan tersebut kini berada dalam kondisi terancam akibat deforestasi, eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, serta dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Papua Barat dan Papua Barat Daya merupakan salah satu wilayah yang masih menyimpan kekayaan ekologi terbesar di Indonesia. Tidak hanya sumber daya alam, wilayah ini juga memiliki nilai kearifan lokal masyarakat adat yang selama berabad-abad terbukti mampu menjaga keseimbangan alam. Sayangnya, arah pembangunan nasional sering kali mengabaikan nilai-nilai lokal tersebut.

Forum Latihan Kader III (LK III) BADKO HMI Papua Barat dan Papua Barat Daya menjadi ruang reflektif bagi pemuda, khususnya kader HMI, untuk menakar ulang arah pembangunan sumber daya alam dan pariwisata. Pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi harus menjamin keberlanjutan lingkungan dan keadilan bagi masyarakat adat.

Al Fajar, salah satu peserta LK III, menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab besar dalam menjawab krisis ekologis hari ini. Pemuda tidak hanya dituntut kritis, tetapi juga solutif dengan mengintegrasikan kearifan lokal dalam setiap gerakan dan gagasan pembangunan.

Pariwisata berbasis kearifan lokal adalah salah satu solusi strategis. Pariwisata tidak boleh merusak alam dan meminggirkan masyarakat adat, tetapi harus menjadi alat pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

pengelolaan sumber daya alam harus berbasis keberlanjutan, dengan menjadikan kearifan lokal masyarakat adat sebagai pijakan utama kebijakan pembangunan.

Kedua, pemuda harus mengambil peran nyata sebagai agen konservasi lingkungan, pengawal kebijakan publik, dan jembatan antara kepentingan masyarakat adat dan negara.

Ketiga, pariwisata berbasis kearifan lokal perlu diperkuat melalui regulasi yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat lokal, bukan pada eksploitasi semata.

Keempat, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan seperti HMI harus terus menjadi ruang kaderisasi ideologis dan intelektual yang melahirkan pemimpin berwawasan ekologis dan berorientasi pada keadilan sosial.

Melalui LK III BADKO HMI Papua Barat dan Papua Barat Daya, diharapkan lahir gagasan dan gerakan nyata pemuda yang mampu menjaga masa depan lingkungan Indonesia dengan menjadikan kearifan lokal sebagai kekuatan utama dalam pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup