Ketum BADKO HMI Sumbagsel Tommy Perdana Putra Apresiasi Kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat
OtentikIndonesia.com — Ketua Umum BADKO HMI Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Tommy Perdana Putra, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai telah menunjukkan langkah konkret dan terukur dalam upaya percepatan perbaikan gizi masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera bagian selatan.
Tommy menyampaikan bahwa BGN berhasil memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, sektor kesehatan, lembaga pendidikan, hingga jaringan organisasi kepemudaan. Menurutnya, pendekatan kolaboratif tersebut menjadi kunci dalam memastikan program gizi nasional berjalan efektif dan langsung menyentuh masyarakat.
Ia juga menyoroti implementasi program Makan Bergizi Gratis yang digulirkan sebagai salah satu intervensi strategis pemerintah dalam meningkatkan status gizi pelajar dan kelompok rentan. Menurut Tommy, program tersebut merupakan langkah progresif karena tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan nutrisi harian, tetapi juga mencakup edukasi pola makan sehat, pembentukan perilaku hidup bersih, dan penguatan ketahanan pangan lokal melalui pemanfaatan bahan makanan dari petani serta UMKM di daerah.
“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah terobosan yang patut diapresiasi. Jika dikelola secara konsisten dan tepat sasaran, dampaknya tidak hanya pada kesehatan anak tetapi juga pada perkembangan kognitif dan produktivitas generasi muda. Ini investasi besar bagi masa depan bangsa,” jelas Tommy.
Terlepas masih adanya beberapa kekurangan dan problematik teknis yang ditemukan di sejumlah daerah, Tommy menilai bahwa proses evaluasi yang dilakukan BGN menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki mekanisme program lapangan. Ia menegaskan bahwa dinamika teknis tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi kebijakan, sehingga instrumen monitoring harus terus diperkuat. Menurutnya, progres pembenahan yang dilakukan BGN sejauh ini bergerak ke arah yang positif, terutama dari sisi konsolidasi data, peningkatan kapasitas kader gizi, dan perbaikan sistem distribusi layanan. “Kekurangan itu ada, dan itu wajar. Yang terpenting adalah adanya komitmen untuk berbenah, dan BGN sudah menunjukkan langkah ke sana,” ujar Tommy.
Dalam keterangannya, Tommy juga menegaskan bahwa BGN telah bekerja dengan standar profesional yang kuat.
“Kami di BADKO HMI Sumbagsel memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Gizi Nasional. Langkah-langkah strategis mereka dalam intervensi gizi, edukasi masyarakat, dan pemantauan angka stunting menunjukkan progres yang nyata. Ini adalah bukti bahwa kerja kolaboratif antara lembaga negara dan elemen masyarakat dapat menghasilkan dampak besar,” ujar Tommy.
Tommy menambahkan bahwa Badko HMI Sumbagsel siap mendukung penuh program-program edukasi gizi di lingkungan kampus dan masyarakat luas, sebagai bagian dari kontribusi generasi muda dalam agenda pembangunan nasional. Ia menilai bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam memperluas literasi gizi melalui forum diskusi, kampanye kesehatan, hingga pendampingan langsung kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Tommy berharap BGN dapat terus memperkuat sistem monitoring dan evaluasi agar capaian positif dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan organisasi kepemudaan seperti HMI untuk memastikan edukasi gizi tersampaikan secara masif dan efektif kepada generasi muda, terutama dalam era digital yang membutuhkan pendekatan informasi yang cepat dan akurat.
“Ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang masa depan generasi bangsa. Perbaikan gizi adalah pondasi pembangunan manusia Indonesia,” tegasnya.
Dengan pencapaian tersebut, Badko HMI Sumbagsel menyatakan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong terwujudnya masyarakat yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Organisasi ini juga berkomitmen untuk terlibat dalam program sosialisasi gizi berkelanjutan, pendampingan komunitas, serta penguatan literasi kesehatan di lingkungan pemuda dan mahasiswa, termasuk mendukung penuh pengawasan dan edukasi terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran dan berkelanjutan.



