Ketua Bidang PAO HMI Badko Riau–Kepri Desak Penegakan Hukum Terkait Dugaan Penimbunan BBM di Rokan Hulu
Rokan Hulu — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu dalam beberapa pekan terakhir. Antrean panjang di SPBU dan keterbatasan pasokan dikeluhkan masyarakat, terutama para pengemudi dan pelaku usaha kecil.
Situasi ini memicu munculnya dugaan adanya aktivitas penimbunan BBM oleh oknum-oknum tertentu yang diduga memanfaatkan kondisi distribusi di wilayah tersebut. Meski belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum mengenai pelaku maupun mekanismenya, dugaan ini ramai dibicarakan masyarakat dan aktivis daerah.
Menanggapi situasi tersebut, Muliadi Ketua Bidang PAO HMI Badko Riau–Kepri menyuarakan keprihatinan dan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas.
Ia menegaskan bahwa kelangkaan BBM yang terus berulang telah berdampak serius pada aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan praktik penimbunan BBM oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika benar terjadi, maka ini bentuk pelanggaran serius yang merugikan masyarakat,” ujar Muliadi Ketua Bidang PAO HMI Badko Riau–Kepri dalam keterangannya.
Ia juga meminta pemerintah daerah bersama pihak terkait seperti Pertamina dan kepolisian memperketat pengawasan distribusi BBM, khususnya di wilayah yang rawan aktivitas manipulasi pasokan.
“Pengawasan harus diperkuat. Jangan sampai ada ruang bagi oknum mana pun untuk memainkan distribusi BBM. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas,” tambahnya.
HMI Badko Riau–Kepri menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memberikan data lapangan apabila diperlukan, guna mempercepat proses penyelidikan.
Sementara itu, hingga saat ini pihak kepolisian dan instansi terkait belum merilis hasil resmi terkait dugaan tersebut. Masyarakat berharap persoalan kelangkaan BBM dapat segera diatasi sehingga aktivitas ekonomi daerah kembali normal



