Latihan Kader (LK) III BADKO HMI Papua Barat – Papua Barat Daya : “Geo-Politik Sumber Daya Alam dan Dinamika Ekonomi Politik Global”

Papua Barat_ BADKO Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Papua Barat – Papua Barat Daya telah sukses melaksanakan kegiatan Latihan Kader (LK) III, sebagai forum pengkaderan strategis dalam mencetak kader intelektual, pemimpin umat, dan bangsa. Kegiatan ini mengangkat tema “Geo-Politik Sumber Daya Alam dan Dinamika Ekonomi Politik Global”, yang relevan dengan kondisi objektif Papua sebagai wilayah yang kaya sumber daya alam namun masih menghadapi ketimpangan struktural dan dominasi kepentingan global.

LK III ini menjadi ruang dialektika kritis untuk membedah relasi kuasa antara negara, korporasi multinasional, dan masyarakat lokal dalam pusaran ekonomi politik global.

Sebagai peserta, Alfajar menilai bahwa tema LK III tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga kontekstual dengan realitas Papua. Diskursus geo-politik sumber daya alam menunjukkan bahwa Papua kerap diposisikan sebagai objek eksploitasi dalam sistem kapitalisme global, bukan sebagai subjek pembangunan.

Materi-materi yang disampaikan menegaskan bahwa konflik kepentingan global terhadap sumber daya alam Papua berdampak langsung pada ketimpangan ekonomi, degradasi lingkungan, dan marginalisasi masyarakat adat. Oleh karena itu, kader HMI dituntut memiliki kesadaran struktural, analisis kritis, serta keberpihakan yang jelas terhadap keadilan sosial.

LK III menjadi investasi intelektual dan ideologis bagi Alfajar, antara lain:

1. Penguatan Kerangka Analisis

Memahami ekonomi politik global, neo-imperialisme, dan relasi kuasa dalam pengelolaan sumber daya alam.

2. Kesadaran Ideologis

Meneguhkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai basis perjuangan kader dalam menghadapi hegemoni global.

3. Kapabilitas Kepemimpinan Strategis

Melatih kemampuan berpikir sistemik, mengambil keputusan strategis, dan membangun gerakan intelektual.

4. Jaringan Kader Progresif

Terbangunnya solidaritas dan jejaring kader HMI lintas cabang sebagai modal gerakan kolektif.

Indikator Fajar (Tolok Ukur Keberhasilan Kaderisasi)

Alfajar memandang keberhasilan LK III dapat diukur melalui beberapa indikator:

1. Kemampuan Analisis Kritis

Kader mampu membaca persoalan lokal Papua dalam konteks global.

2. Kepekaan Sosial dan Politik

Munculnya keberpihakan pada masyarakat tertindas dan lingkungan hidup.

3. Kematangan Ideologis

Konsistensi nilai keislaman dan keindonesiaan dalam sikap dan gerakan.

4. Komitmen Pasca-Kegiatan

Adanya rencana tindak lanjut kader dalam ruang advokasi, riset, dan gerakan sosial.

Sebagai refleksi pasca-LK III, Alfajar merekomendasikan:

1. Penguatan Kajian Strategis BADKO

Membentuk forum kajian rutin tentang sumber daya alam, investasi, dan ekonomi politik Papua.

2. Advokasi Berbasis Data

Mendorong kader untuk terlibat dalam riset kritis dan advokasi kebijakan publik.

3. Kolaborasi dengan Masyarakat Adat

HMI harus hadir sebagai mitra perjuangan masyarakat adat dalam menjaga hak dan lingkungan.

4. Konsolidasi Gerakan Kader

Menjadikan alumni LK III sebagai motor penggerak perubahan sosial di daerah masing-masing.

LK III BADKO HMI Papua Barat – Papua Barat Daya merupakan momentum strategis dalam melahirkan kader pemikir dan pejuang. Melalui tema geo-politik sumber daya alam dan dinamika ekonomi politik global, kader didorong untuk tidak hanya memahami realitas, tetapi juga mengambil peran aktif dalam transformasi sosial.

Bagi Alfajar, LK III bukan akhir dari proses kaderisasi, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual dan moral untuk memperjuangkan keadilan, kedaulatan sumber daya alam, dan kemanusiaan yang beradab di tanah Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup