Generasi Muda Anambas Soroti Minimnya Ruang Partisipasi dalam FGD “Ruang Demokrasi”
Pekanbaru — Generasi muda Kabupaten Kepulauan Anambas yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Anambas–Pekanbaru (IMKKA-PKU) mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Ruang Demokrasi: Penguatan Partisipasi Generasi Muda dalam Isu Lokal Anambas”.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Civic Education dari Institut Hijau Indonesia dan berkolaborasi bersama CIVICUS, TIFA Foundation, serta Digital Democracy Initiative. Sementara itu, Pedia Society turut terlibat sebagai media partner dalam kegiatan tersebut.
FGD ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa Anambas untuk membahas kondisi partisipasi generasi muda dalam isu demokrasi lokal. Dalam diskusi yang berlangsung, peserta menilai bahwa generasi muda sebenarnya memiliki kepedulian terhadap kondisi daerah, namun belum mendapatkan ruang yang cukup untuk terlibat secara nyata dalam proses pembangunan maupun penyampaian aspirasi.
Salah satu temuan utama dalam diskusi adalah masih minimnya ruang partisipasi yang benar-benar inklusif bagi anak muda. Peserta menilai keterlibatan pemerintah dalam forum kepemudaan sering kali masih bersifat seremonial, sebatas hadir dan mendengar tanpa adanya tindak lanjut yang jelas terhadap aspirasi yang disampaikan. Kondisi tersebut perlahan menimbulkan rasa pesimis di kalangan generasi muda terhadap efektivitas partisipasi mereka dalam isu daerah.
Selain itu, peserta juga menyoroti minimnya konsolidasi antar pemuda dalam mengkaji isu demokrasi lokal. Kondisi geografis Kepulauan Anambas yang terdiri dari banyak pulau dinilai turut memengaruhi keterhubungan antar generasi muda. Ditambah lagi, masih adanya ego sektoral antar wilayah membuat gerakan pemuda cenderung berjalan sendiri-sendiri dan belum terbangun kolaborasi yang kuat.
Diskusi juga menyinggung mengenai pembangunan dan aktivitas pemerintah kabupaten yang dinilai masih terpusat di ibu kota kabupaten, sehingga sebagian wilayah lain merasa belum mendapatkan ruang keterlibatan yang setara.
Melalui FGD ini, peserta berharap muncul kesadaran kolektif bahwa penguatan demokrasi lokal tidak dapat berjalan tanpa keterlibatan generasi muda. Ruang partisipasi yang terbuka, berkelanjutan, dan benar-benar mendengarkan suara anak muda dinilai menjadi langkah penting dalam membangun demokrasi yang lebih inklusif di Kabupaten Kepulauan Anambas.



