Bangun Kader Ideologis, HMI Komisariat FTIK UNISI Sukses Selenggarakan Pesantren NDP

Tembilahan — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FTIK Universitas Islam Indragiri (UNISI) sukses melaksanakan kegiatan Pesantren Nilai Dasar Perjuangan (NDP) yang berlangsung sejak 25 Februari hingga 2 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses kaderisasi ideologis dalam membentuk karakter kader yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan.

Pesantren NDP yang dilaksanakan selama enam hari tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai lintas komisariat di lingkungan UNISI, di antaranya Komisariat Fakultas Hukum serta Komisariat FKIP. Kehadiran kader dari berbagai latar belakang keilmuan ini menghadirkan dinamika diskusi yang lebih kaya serta memperkuat semangat kolektif dalam memahami dan menginternalisasi Nilai Dasar Perjuangan HMI.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti rangkaian agenda berupa pemaparan materi, diskusi kelompok, serta forum dialektika yang mendorong lahirnya kesadaran kritis kader terhadap realitas sosial. Pesantren NDP tidak hanya menjadi ruang transfer gagasan, tetapi juga proses pembentukan integritas moral dan ideologis kader agar mampu menjalankan peran strategis sebagai insan akademis dan agen perubahan sosial.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan agenda analisis sosial, sebagai bentuk implementasi nilai perjuangan yang telah dipelajari selama proses kaderisasi. Dalam sesi ini, peserta diajak membaca kondisi sosial masyarakat secara objektif serta merumuskan langkah kontribusi kader HMI terhadap persoalan umat dan bangsa. Kegiatan ditutup dengan berbagi dan buka puasa bersama, yang menjadi momentum mempererat ukhuwah antar kader lintas komisariat.

Ketua Umum HMI Komisariat FTIK, Saudara Moh. Idris, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pesantren NDP merupakan ruh kaderisasi yang tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata.

“Pesantren NDP ini adalah ruang peneguhan nilai. Kita ingin kader HMI tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara ideologis dan matang secara spiritual. NDP harus hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan kader,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kader HMI harus mampu membaca zaman tanpa kehilangan jati diri perjuangan.

“Tantangan hari ini semakin kompleks. Karena itu, kader HMI harus hadir sebagai solusi, menjaga nilai keislaman, serta tetap berpihak pada kepentingan umat dan bangsa,” tambahnya.

Melalui terselenggaranya Pesantren NDP ini, HMI Komisariat FTIK UNISI berharap lahir kader-kader ideologis yang kritis, progresif, serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan HMI di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Tembilahan dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk keseriusan komisariat dalam menjaga tradisi kaderisasi HMI.

“Pesantren NDP merupakan tahapan penting dalam proses pembentukan kader HMI yang utuh. Komisariat adalah jantung kaderisasi, dan kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa semangat intelektual serta nilai perjuangan HMI tetap hidup di tingkat basis,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup