Generasi Muda Anambas Dorong Penguatan Demokrasi Lokal Melalui Konsolidasi dan Peningkatan Kesadaran Kolektif
Pekanbaru_ Fasilitator Demokrasi Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, ” Surya Eva Putriani ” bermitra dengan Ikatan Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Anambas Pekanbaru (IMKKA-PKU) menyelenggarakan Webinar dan Diseminasi Publik bertajuk *“Konsolidasi Generasi Muda terhadap Pemetaan Demokrasi Kabupaten Kepulauan Anambas”* secara hybrid.
Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Pekanbaru dan daring melalui Zoom Meeting ini menjadi ruang untuk menyampaikan hasil pemetaan demokrasi yang telah dilakukan melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD) bersama generasi muda Kabupaten Kepulauan Anambas. Selain dihadiri pengurus dan anggota IMKKA-PKU serta delegasi Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Riau-Kepulauan Riau secara langsung, kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai unsur masyarakat secara daring, mulai dari media lokal, Program Suara Pulau Anambas Foundation, BEM STAI Paduka Anambas, pelajar, mahasiswa, hingga generasi muda Anambas yang berada di berbagai daerah.
Dalam pemaparannya, Survia Eva Putriani menyampaikan bahwa hasil pemetaan menunjukkan generasi muda Anambas masih memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan daerah. Namun, kepedulian tersebut sering kali berjalan sendiri-sendiri dan belum terhubung dalam ruang kolektif yang mampu memperkuat partisipasi mereka dalam demokrasi lokal.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini bukan semata-mata rendahnya kepedulian terhadap daerah, tetapi juga belum terbentuknya ruang yang mampu mempertemukan, menghimpun, dan menguatkan kepedulian tersebut menjadi gerakan bersama.
> “Kami memilih konsolidasi sebagai langkah untuk memperkuat akar rumput generasi muda. Ini adalah upaya membangun kesadaran anak muda terhadap isu-isu demokrasi lokal dengan memperbaiki dari hal yang paling dasar. Sebab kami percaya, perubahan yang besar tidak lahir begitu saja, tetapi dimulai dari kesadaran, keterhubungan, dan keberanian untuk peduli terhadap daerahnya sendiri,” ujar Survia Eva Putriani.
Hasil pemetaan yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut mengidentifikasi sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama, di antaranya lemahnya konsolidasi generasi muda, terbatasnya ruang aspirasi yang berkelanjutan, pengaruh relasi sosial terhadap keberanian menyampaikan kritik, belum optimalnya ruang informasi publik yang mendorong diskusi kritis, serta munculnya sikap pesimis akibat minimnya tindak lanjut terhadap aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Sebagai bagian dari kegiatan, peserta juga mengikuti peluncuran dokumen *Policy Recommendation* yang disusun berdasarkan hasil diskusi dan pemetaan lapangan. Dokumen tersebut memuat berbagai rekomendasi untuk memperkuat ruang partisipasi publik, pendidikan demokrasi, literasi publik, serta kolaborasi antara generasi muda, media, masyarakat sipil, akademisi, dan pemerintah daerah.
Dalam sesi diskusi publik, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, **Mahyudin**, menekankan pentingnya peran media dalam mengawal demokrasi sejak awal proses berlangsung. Menurutnya, demokrasi tidak cukup diawasi hanya pada momentum politik tertentu, tetapi harus dikawal secara berkelanjutan melalui penyebaran informasi yang akurat, edukatif, dan berpihak pada kepentingan publik.
Mahyudin juga menyampaikan bahwa media lokal memiliki peluang besar untuk berkolaborasi dengan generasi muda dalam mengangkat berbagai isu strategis daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas ruang informasi publik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan demokrasi dan pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua Umum BADKO HMI Riau-Kepulauan Riau, ” Wiriyanto Aswir ” menyoroti pentingnya membangun kesadaran generasi muda terhadap potensi strategis yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Anambas. Menurutnya, posisi geografis daerah kepulauan dan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Anambas merupakan modal besar yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk kemajuan daerah.
Ia menegaskan bahwa kesadaran tersebut perlu dibangun melalui ruang-ruang organisasi dan kaderisasi agar generasi muda memiliki kapasitas untuk menghimpun kekuatan kolektif serta mengawal berbagai isu demokrasi dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Pandangan serupa disampaikan oleh demisioner IMKKA-PKU, **Hidayat**, yang menekankan bahwa penguatan demokrasi lokal harus dimulai dari penguatan kesadaran kolektif generasi muda. Menurutnya, berbagai kepedulian yang selama ini tersebar perlu dipertemukan dalam ruang bersama agar mampu berkembang menjadi kekuatan sosial yang lebih solid dan berdampak bagi daerah.
Melalui kegiatan ini, peserta berharap hasil pemetaan demokrasi tidak berhenti sebagai dokumen semata, tetapi menjadi langkah awal dalam memperkuat konsolidasi generasi muda, membangun kesadaran kolektif, dan menciptakan ruang demokrasi yang lebih partisipatif di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak hanya berbicara tentang kebijakan dan proses politik, tetapi juga tentang sejauh mana masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki ruang untuk terlibat, menyampaikan gagasan, serta mengambil bagian dalam menentukan masa depan daerahnya.



